Matatelinga.com, Cadangandevisa Indonesia kembali mengalami penurunan per April 2015. Awalnya, cadangandevisa Indonesia sebesar USD111,6miliar, kini menjadi USD110,9 miliar.
GubernurBank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, penurunan cadangan devisatersebut disebabkan oleh intervensi BI. Hal tersebut dilakukan guna menjagavolatilitas nilai tukar Rupiah.
"Artinyamemang itu pasti karena untuk menjaga volatilitas. Tapi secara umum, nilaitukar Indonesia sampai tadi pagi depresiasinya kira-kira enam persen year-to-date (ytd). Yang kelihatandepresiasinya besar year-to-date adalahTurki dan Brasil itu kira-kira 13 persen," katanya saat ditemui di GedungKementerian Perekonomian, Jakarta.
Dia melanjutkan, para pelakupasar juga terpengaruh dengan adanya kondisi yang terjadi di global. Seperti,terjadinya proses negosiasi negara Yunani, serta adanya suatu pernyataan dariGubernur Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) JanetYellen.
"Jugaada statement JanetYellen yang mengatakan harga-harga saham di Amerika sudah kemahalan,"jelas dia.
Faktor-faktortersebut, menurut Agus, menyebabkan mata uang emerging market mengalamipelemahan, sehingga juga berimbas pada cadangan devisa negara.
"Danini secara umum kelihatan bahwa currency emerging marketada pelemahan. Jadi kalau tadi cadangan devisa kitakira-kira USD110 miliar itu ada sedikit penurunan dibandingkan bulan yanglalu," pungkasnya. Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (9/5/2015)
(Fit)