Matatelinga.com,Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai tukar eceranrupiah padabulan April 2015 terdepresiasi sebesar 0,23 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito HadiWibowo menjelaskan tekanan terhadap rupiah terjadi lantaran aktivitaspembayaran utang yang meningkat pada bulan lalu.
"Nilai tukar eceran tetap mengalami depresiasi karenaadanya aktivitas dengan nilai transaksi besar terutamanya pembayaran utang luarnegeri dan ekspor impor. Kegiatan ini merupakan hal musiman, bukan sebuahperistiwa khusus," paparnya di Gedung BPS, Jumat (15/5/2015).
Menurutnya, melonjaknya impor pada April 2015 ikut menyumbangtekanan pada rupiah. Seperti diketahui, total impor April 2015 mencapaiUSD12,63 miliar atau naik 0,16 persen dibanding Maret 2015.
Sebagai informasi, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolarAS tertinggi terjadi di provinsi Kalimantan Utara sebesar Rp12.989 per USD.Sementara untuk provinsi dengan tekanan rupiah terendah terdapat di ProvinsiKalimantan Utara dengan nilai sebesar Rp12.222 per USD.
Kendati demikian, pihaknya menyebutkan tekanan masih lebihrendah jika dibandingkan tekanan dolar pada Maret yang mencapai 0,76 persen.Demikian dikutip laman okezone.com, Jumat (15/5/2015)
(Fit)