Matatelinga.com, Pemerintahharus melakukan langkah efisiensi belanja subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 agarlebih tepat sasaran.
Subsidi APBN 2016 tersebutseperti listrik. Misalnya, hanya akan diberikan kepada pelanggan rumah tanggamiskin dan rentan yang menggunakan daya 450 volt ampere (VA).
MenteriKeuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk subsidi listrik,pihaknya ingin memberikan subsidi langsung untuk pelanggan rumah tangga miskindan rentan yang memiliki daya 450 VA. Sementara bagi pelanggan listrik 900 VA,subsidi akan diberikan secara lebih selektif.
Haltersebut dilakukan mengingat banyak pelanggan listrik 900 VA yang ternyatatidak termasuk rumah tangga miskin dan rentan, sehingga tidak berhak memperolehsubsidi.
“Yang900 VA kita berikan subsidi sampai KWH tertentu untuk pelanggan rumah tanggamiskin dan rentan. Jangan lupa, di 900 VA ini kadang-kadang yang masuk bukanrumah tangga kecil atau rumah tangga miskin, tapi apartemen, dan itu sebenarnyatidak layak untuk dapat subsidi. Karena itu, kita ingin perbaiki sistem subsidinya,”ucap Bambang, seperti dilansir laman Setkab dan dikutip laman okezone.com,Kamis (4/6/2015).
Bambangmelanjutkan, pemerintah juga akan memperbaiki sistem pemberian subsidinonenergi, terutama subsidi pangan dan pupuk agar lebih tepat sasaran. Mengenaisubsidi pangan, pemerintah masih akan menyalurkan beras untuk keluarga miskin(raskin) dengan perbaikan pada akuntabilitas dan pengelolaannya.
Kemudianuntuk subsidi pupuk, pemerintah akan mengubah secara bertahap skemapenyalurannya, dari subsidi harga menjadi subsidi langsung kepada petani yangtermasuk rumah tangga miskin dan rentan.
“Karenaselama ini subsidi pupuk yang jumlahnya cukup besar, sekira Rp30 triliun itusering salah sasaran. Artinya, bukan dibeli oleh petani yang membutuhkan,tetapi dibeli oleh perkebunan, tapi dengan harga subsidi. Nah, ini yang akankita bereskan,” ujarnya.
(Fit)