Matatelinga.com, Kebutuhan komoditi plastik di Indonesia sangat tinggi, bahkan hampir di seluruh industri dalam negeri membutuhkan bahan baku plastik. Untuk itu Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam membuat kebijakan hulu plastik.Menurut Suryani, kebutuhan bahan baku plastik di 2015 saja mencapai 4,28 ton. Adapun pengguna terbesarnya adalah industri makanan dan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang mencapai 60 persen. Sedangkan pemenuhan plastik dari dalam negeri hanya mencapai 2,5 juta ton.Suryani menambahkan, Indonesia sedianya memiliki bahan baku pembuat biji plastik, yaitu nafta dan kondensat yang berasal dari sumber daya alam Indonesia untuk menekan impor. Sayangnya, orientasi kebijakan pemerintah terhadap nafta dan kondensat masih cenderung diekspor."Imbasnya, kebutuhan bahan baku industri petrokimia dalam negeri kurang terpenuhi. Oleh karena itu, penguatan industri hulu plastik harus segera diwujudkan oleh pemerintah,” ujar Ketua Umum DPP HIPPI Suryani Sidik F. Motik dalam siaran Persnya, Jakarta, Jumat (10/7/2015).Dengan demikian pembangunan industri nasional bisa dimaksimalkan karena akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini harus menjadi perhatian karena ancaman impor produk plastik akan membanjiri Indonesia dari hulu ke hilir.Yani meminta seluruh kementerian/lembaga terkait bersinergi untuk membuat strategi supaya pertumbuhan ekonomi tetap bisa dinikmati oleh industri dalam negeri. Bila tidak, maka prediksi Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi nasional menurun, kemungkinan besar terwujud.Bahkan, kalau pemerintah tidak memperkuat industri hulu plastik, maka impor plastik dipastikan akan melonjak dan berakibat pada neraca perdagangan komoditas plastik nasional mengalami defisit.“Itu artinya, keterkaitan antara keberpihakan pemerintah dengan industri hulu plastik terhadap perekonomian nasional, sangat kuat. Dan bila perlu, pemerintah dapat memperkuat tim ekonomi-nya untuk memastikan adanya penguatan dan keberpihakan terhadap industri hulu plastik nasional,” tegasnya. Dilansir laman okezone.com(Fit)