Matatelinga.com, Harga minyak mentah merosot di bawah USD50 per barel karena banjir pasokan. Prospek minyak mentah diperkirakan makin tertekan karena ekspor minyak dari Iran dikombinasikan dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat tekanan harga.Pasokan minyak meningkat, terutama bahan bakar diesel yang diproduksi oleh Arab Saudi, mendorong minyak diesel berjangka AS berada dalam posisi terendah hariannya bearish tentang harga di kompleks minyak berjangka."Dolar AS naik lagi dan fokus pasar kembali pada pasokan dan prospek ekspor dari Iran, setelah kesepakatan pekan lalu dengan negara-negara Barat atas program nuklir Iran," kata analis di Tradition Energy, Gene McGillian, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip laman okezone.com, Selasa (21/7/2015).Minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 45 sen menjadi USD56,65 per barel setelah diperdagangkan di kisaran USD56,33-USD57,44 per barel. Sementara minyak mentah AS, turun 74 sen ke USD50,15 per barel, setelah sempat turun ke USD49,85 per barel.Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya, dan rencana kenaikan suku bunga AS telah mengekang likuiditas dan menambah tekanan harga pada minyak mentah.Kerugian yang membatasi minyak mentah berjangka adalah karena penurunan ekspor minyak mentah Saudi pada Mei. Selain itu, data industri AS pekan lalu menunjukkan hitungan rig minyak AS lebih rendah.(Fit)