Matatelinga.com, Indonesia memasuki masa kekeringan imbas dari badai El Nino. Seperti diketahui, badai tersebut diperkirakan terjadi hingga akhir tahun ini.
Umumnya, jika terjadi musim kemarau, banyak pertanian yang mengalami gagal panen. Namun, meski gagal panen, para petani biasanya sudah menyimpan pasokannya terlebih dahulu.
Pengamat pertanian Khudori mengatakan, meski beberapa pertanian mengalami gagal panen belum tentu ada kenaikan harga. Pasalnya, para petani akan melakukan segala cara untuk mendapatkan air, sehingga jika terjadi kekeringan pasokan komoditas masih ada.
"Sebelumnya seperti komoditas beras, meski kekeringan tapi stoknya masih ada, nanti bisa didistribusikan saat tidak ada panen atau paceklik. Walaupun ada musim paceklik, belum tentu ada kenaikan harga," ujar Khudori.
Khudori menjelaskan, ada beberapa komoditas yang justeru tidak membutuhkan banyak air, salah satunya jagung. Berbeda halnya dengan beras yang justru membutuhkan banyak air.
"Meskipun kemarau, masih ada beberapa tanaman yang tidak membutuhkan air banyak, kalau padi pasti membutuhkan air yang banyak. Maka, tak heran gagal panen padi terjadi saat musim kemarau," ucapnya. Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (1/8/2015)
(Fit)