Matatelinga.com, Badan Pusat Statistik (BPS) meyakini ada perbaikan perekonomian di Indonesia saat ini. Hal ini terlihat dari data inflasi (Indeks Harga Konsumen / IHK) yang menurun secara komponen inti dari tahun ke tahun.Kepala BPS Suryamin menyatakan, pemerintah masih perlu meningkatkan pengendalian harga khususnya di luar Pulau Jawa. Pasalnya, pengendalian harga yang merujuk pada inflasi di dalam Jawa sudah cukup baik."Inflasi komponen inti year on year sudah turun di bawah 5 persen. Karena di dalam ekonomi umum melihatnya inflasi dalam komponen inti. Tiga bulan lalu di atas 5 persen. sekarang 4,86 persen," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (3/8/2015).Dia menambahkan, komponen ekonomi secara umum menunjukkan ke arah yang lebih baik. Terlebih, suku bunga yang tidak terlalu tinggi, meskipun nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergejolak."Gejala ekonomi ini mengarah ke lebih baik. Yang bergejolak ada dari kelompok bahan makanan. Komponen energi karena enggak ada kenaikan BBM, paling Pertamax. Inflasinya di energi terkendali 0,09 persen," kata dia.Sekedar informasi, BPS mencatat terjadi inflasi pada Juli sebesar 0,93 persen. Adapun inflasi pada tahun kalender terjadi yakni 1,90 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year) 7,26 persen dan komponen inti 0,34 persen, sementara inflasi komponen inti year on year 4,86 persen.Suryamin menuturkan, yang tertinggi andil inflasi terdapat pada kelompok bahan makanan sebesar 2,02 persen. Kemudian, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,74 persen."Untuk sektor yang lainnya, masih rendah 0,09 persen, jadi masih di bawah 0,1 persen. Artinya bahwa transportasi cukup besar memberikan andil karena pada Juli tahun ini ada dua momen yang mempengaruhinya. Sebelum Lebaran ada arus mudik, dan setelahnya ada arus balik," ujar dia. Demikian dikutip laman okezone.com, Senin (3/8/2015)(Fit)