Matatelinga.com, Badan Pusat Statistik (BPS) memperingatkan naiknya harga gabah pada Agustus ini. Pasalnya, harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) mengalami kenaikan di tingkat penggilingan dibanding bulan Juni. Kepala BPS Suryamin mengatakan, di tingkat petani harga gabah sebesar Rp4.443,74 per kg. Gabah kering panen (GKP) mengalami kenaikan 0,01 persen dan gabah kering giling juga naik 0,17 persen di tingkat penggilingan."Ini warning harga di bulan Agustus. Kalau gabah meningkat, dampaknya ke bulan berikutnya. Tapi kenaikannya terkendali hanya di bawah 0,1 persen," ujar Suryamin di kantornya, Senin (3/8/2015).Hal ini menunjukkan, lanjut Suryamin, meskipun persediaan gabah berkurang karena panen raya telah lewat, namun harga beras cukup terkendali terkecuali GKG di tingkat penggilingan."Harga beras tertinggi Rp11 ribu dan terendah Rp3.200 per kg di Bogor," ujarnya.Sementara itu, Suryamin mengatakan, harga beras medium Juli 2015 di penggilingan sebesar Rp8.648,44 atau naik 0,49 persen dibanding bulan sebelumnya untuk tiga kualitas beras."Beras premium, meningkat 0,33 persen. Premium 0,48 persen Juni ke Juli, kualitas rendah 2,3 persen kenaikannya ini agak tinggi. Konsumen terbesar itu untuk beras medium dan kenaikannya kurang dari setengah persen," jelas dia.Suryamin juga menuturkan, harga beras di penggilingan meningkat 0,49 persen, beras di grosir meningkat 0,05 persen, dan beras eceran meningkat 0,68 persen. Angka ini sedikit lebih baik dibanding bulan lalu."Artinya, pada zaman dahulu, beras turun 8,4 direspons pedagang naik 2-3 persen. Sekarang ada perubahan waktu gabah meningkat di petani 0,05 persen. Beras meningkatnya enggak drastis, masih di bawah 1 persen," tandas dia. Demikian dilansir laman okezone.com, Senin (3/8/2015)(Fit)