Matatelinga.com, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, menyatakan harga tomat yang anjlok belakangan ini disebabkan fluktuasi produksi, kondisi itu pun alhasil berpengaruh terhadap fluktuatif harga."Tidak hanya tomat, sebenarnya cabai, kopi, kakao, susu, semua produk-produk pertanian, perkebunan. Itu permasalahannya adalah di fluktuasi produksi, otomatis di fluktuasi harga," ungkap Panggah usai upacara HUT ke-70 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (17/8/2015).Panggah mengatakan, kondisi produksi hulu di sektor pertanian maupun perkebunan yang masih relatif fluktuatif sehingga tergantung musim, berimbas pula pada pengelolaan di pasca-panen yang belum maksimal."Ini harus kita kerjakan satu per satu, paling tidak di tiga, yaitu kakao, kopi dan susu. Khususnya di pasca-panenya, artinya dalam dua tiga bulan dia bisa bertahan untuk bisa suplai ke industrinya," jelas dia.Selain itu, fluktuatif harga produk-produk sektor perkebunan maupun pertanian terjadi karena pengaruh cuaca serta pola tanam yang belum memadai. "Karena kalau ini tidak pasti harga dan pasokan, petani ini kan pindah-pindah menanamnya. Ini kan tidak baik, tidak disalahkan juga," pungkasnya. Demikian dikutip laman okezone.com(Fit)