Matatelinga.com, Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia, lantaran pengaruh dari peningkatan biaya investasi pemerintah dan swasta. Untuk kawasan ASEAN, Indonesia tercatat sebagai pasar jasa konstruksi terbesar dengan nilai USD267 miliar di cakupan wilayah Asia.Bahkan, Indonesia termasuk dalam peringkat keempat di bawah China USD1,78 triliun, Jepang USD 742 miliar, India USD 427 miliar.Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yusid Toyib, mengungkapkan salah satu tantangan terbesar Indonesia dalam waktu dekat di antaranya dengan mengintegrasikan Indonesia. Khususnya dalam menghadapi liberalisasi perdagangan barang dan jasa, termasuk di antaranya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.“Pemerintah akan memperkuat para penyedia jasa konstruksi nasional sehingga mereka dapat bersaing dengan negara lain. baik dari sisi manajerial dan kapabilitas dengan mendorong Badan Usaha untuk menjadi spesialis," tutur Dirjen Bina Konstruksi, Yusid Toyib dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (21/8/2015).Sementara itu, pemerintah harus terus mendorong sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Baik dari sisi teknologi konstruksi maupun teknis konstruksi lainnya."Indonesia saat ini harus mengadopsi dan mempelajari teknik teknologi baru di semua jenis konstruksi bangunan termasuk penggunaan material dan peralatan," jelas dia.Sehingga, diharapkan ketahanan masyarakat jasa konstruksi dalam negeri. Mampu menghadapi pasar kompetitif baru, yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi jasa konstruksi nasional. Seperti dilansir laman okezone.com(Fit)