Matatelinga.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Bina Konstruksi menilai potensi proyek konstruksi di Indonesia mencapai USD267 miliar. Potensi proyek konstruksi ini pun menjadi yang terbesar di Asia Tenggara (ASEAN).Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Dirjen Bina Konstruksi, Rachman Arif, mengatakan telah melihat potensi proyek yang begitu besar. Namun, Indonesia membutuhkan cukup banyak tenaga ahli yang berkualitas dan diakui."Potensi proyek konstruksi dibandingkan, Thailand hanya USD33 miliar, Malaysia USD22 miliar, sementara Filipina USD24 miliar. Artinya Pasar konstruksi kita besar sekali jauh besar dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara hampir 10 kali lipat," kata dia di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan, Jakarta, Selasa (1/9/2015)."Untuk menjaga potensi yang besar itu, dibutuhkan kerja keras tenaga kerja yang banyak dan berkualitas," tambah dia.Rachman mengatakan, kebutuhan tenaga ahli besertifikat yang amat mendesak membuat pemerintah harus membuat strategi percepatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dia menambahkan, dibutuhkan kerjasaman dengan stakeholder, asosiasi dan sebagainya untuk melakukan percepatan itu.Pasalnya, dari 7,3 juta tenaga kerja kita yang sudah mendapatkan sertifikasi untuk tenaga ahli baru sekira 120.000 orang. Sementara untuk tenaga terampil 300.000 orang. Artinya itu kurang dari 10 persen dari total 7,3 juta tenaga kerja di Indonesia yang beroleh sertifikasi."Kita perlukan kolaborasi, kerjasama dan bersinergi dengan para stake holder kita. Contohnya asosiasi badan usaha seperti Wijaya Karya dan Adhi Karya di mana mereka juga punya lembaga pelatihan sebetulnya. Kenapa kita tidak gunakan hal tersebut. Kita gunakan fasilitas mereka untuk membantu kita melakukan pelatihan,"tuturnya. Demikian dilansir laman okezone.com(Fit)