Matatelinga.com, Bursa saham China tercatat terus jatuh. Hal ini karena lanjutan aksi jual karena kekhawatiran situasi perekonomian global yang terjadi.Dilansir dari CNN dan dikutip laman okezone.com, Rabu, Jakarta (2/9/2015), Shanghai Composite tercatat turun tajam sekira 4,2 persen saat pembukaan, sedangkan Shenzhen Composite turun hampir 5 persen.Dengan demikian, Indeks Shanghai kini tercatat telah jatuh 41 persen sejak level tertinggi di 12 Juni, dan meninggalkan indeks dengan kerugian 6 persen sejak Januari.Dalam hal ini, Beijing telah bertindak agresif dalam beberapa bulan terakhir untuk menopang saham. Bank sentral telah menyuntikkan uang ke dalam sistem keuangan dan broker pendukung pasar China yang telah diperintahkan untuk membeli saham. Akan tetapi langkah-langkah tersebut sebagian besar gagal untuk membendung kerugian.Investor akan segera menerima mandat negara untuk keluar dari kejatuhan tersebut. Pasar China dimulai sejak empat hari libur pada Kamis karena Beijing menutup parade militer yang memperingati akhir Perang Dunia II.Sementara indeks saham Hong Kong, Hang Seng turun kurang dari 1 persen, sementara Nikkei Jepang diperdagangkan lebih tinggi sebesar 1,3 persen.Turbulensi yang kasar di Asia terjadi setelah Selasa untuk saham Amerika Serikat (AS). Dow Jones Industrial Average merosot 470 poin, atau 2,8 persen, dan 12,5 persen di bawah semua waktu yang ditetapkan pada Mei. The S & P 500 turun 3 persen dan sekali lagi dalam apa yang disebut koreksi. Nasdaq merosot hampir 3 persen serta dan 11 persen di bawah puncak Julinya.(Fit)