Matatelinga.com, CEO Turing Pharmaceutical Martin Shkreli menjadi sosok kontroversial akibat menaikan harga obat Daraprim dari USD13,50 per butir menjadi USD750. Martin Shkreli menyatakan, dia selalu menantang dirinya untuk membuat perbedaan, tidak hanya menghasilkan banyak uang."Berspekulasi dalam pasar saham seperti layaknya perjalanan kapitalisme yang tidak sempurna," kata dia, dilansir dari CNN dan dikutip laman okezone.com.Orang yang mengenalnya selama bertahun-tahun mengatakan bahwa ia memiliki seorang adik perempuan yang menderita penyakit langka. Hal ini yang mungkin telah memotivasinya beralih ke penelitian dan produksi obat.Di Twitter pekan ini, ia membela keputusannya untuk menaikkan harga obat hingga lebih dari 5 ribu persen tersebut."Saya menjamin kualitas obat ini akan jauh lebih baik bagi pasien dibandingkan ketika harganya yang murah," beber dia.Dia mulai menggunakan pengetahuan soal obat yang didapat secara otodidak untuk mencoba mengembangkan beberapa produk obat sendiri.Pada 2014, Retrophin diberi hak paten untuk obat PKAN, gangguan kesehatan yang relatif jarang ada. Gejala penyakit ini adalah zat besi yang ada di otak memperlambat bahkan menghentikan kemampuan untuk bergerak. Hal ini dapat berakibat fatal. Shkreli terdaftar sebagai salah satu penemu obat."Perawatan kesehatan adalah hal rumit. Saya tidak pernah belajar biologi atau kimia, tetapi dengan sedikit kerja keras dan internet, Anda bisa sampai di sana," katanya.Menjalankan sebuah perusahaan produsen obat terbukti jauh lebih sulit daripada bermain korslet saham, alhasil Shkreli digulingkan dari perusahaan sendiri setelah perusahaan itu go public.(Fit)