Matatelinga.com, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini. Ekonomi China pun diperkirakan melambat ke level 6,5 persen. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, dampak perlambatan ekonomi China ke Indonesia adalah permintaan terhadap produk yang dihasilkan akan sedikit melambat. "Dampaknya seperti itu," terang Darmin di kantornya, Jakarta. Darmin menambahkan, untuk ekspor Sumber Daya Alam (SDA) yang mentah pun sudah tidak ada permintaan lagi di China, sedangkan hasil produk industri masih ada sedikit permintaan walaupun memang melambat. "Kalau permintaan melambat, mungkin harganya harus ditekan sedikit supaya bisa bersaing," sambungnya. Menurut Darmin, perlambatan permintaan China atas produk Indonesia memang sudah diantisipasi pemerintah dengan mengincar pasar lainnya, seperti Filipina. "Kalau kamu liat ekspor kita beberapa bulan terakhir sudah terjadi beberapa perubahan. Ke Filipina peranannya makin besar sebagai negara tujuan (ekspor Indonesia), Malaysia juga, Timur Tengah juga," tukasnya. Dilansir laman okezone.com Sekedar informasi, untuk kawasan Asia, perlambatan ekonomi China diyakini IMF akan berlanjut pada tahun depan. Apabila pada tahun lalu pertumbuhan ekonomi China sebesar 7,3 persen, maka pada 2015 dan 2016 diprediksi IMF hanya akan tumbuh 6,8 persen dan 6,3 persen. (Fit)