Matatelinga.com, Presiden Jokowi mengatakan ada banyak tantangan dalam reformasi yang dihadapi bangsa Indonesia, salah satunya adalah infrastruktur yang tertinggal. Hal ini diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam acara Policy Speech di Brookings Institution. “Saya sudah berbicara berulang kali mengenai ambisi pembangunan infrastruktur kita. Tidak perlu saya ulangi lagi di sini: pelabuhan, waduk, tol. Saya bisa sampaikan bahwa perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat progresif,” papar Jokowi seperti dilansir dari Setkab dan dikutip laman okezone.com, Rabu (28/10/2015). Dia mengemukakan, banyak orang bertanya kepadanya bagaimana Indonesia bisa menghadapi persoalan ekonomi? Bagaimana Indonesia menghadapi krisis ekonomi yang juga menghantam Indonesia. “Saya menyesal Indonesia tidak mengantisipasi perubahan fundamental di sekitar kita. Tapi, saya melihat perlambatan itu sebagai suatu peluang. Peluang untuk melakukan reformasi,” kata Jokowi, Dia melanjutkan, seiring dengan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memberikan perhatian pada reformasi. Hal ini dilakukan untuk membebaskan sektor privat baik domestik maupun luar kebijakan yang tidak berpihak. "Perizinan yang berbelit-belit dan misguided protectionism yang membuat banyak perusahaan dan industri menderita sekian lama,” tuturnya. (Fit)