Matatelinga.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada Indeks Harga Konsumen (IHK) September 0,08 persen. Deflasi ini disebabkan oleh kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,06 persen. BPS mencatat, dari lima subkelompok mengalami deflasi dan enam subkelompok mengalami inflasi. Adapun yang mengalami deflasi tertinggi, adalah bumbu-bumbuan dan yang mengalami inflasi tertinggi adalah dari sayur-sayuran. Selain itu, BPS mencatat makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi terbesar. Seluruh subsektor kelompok ini mengalami inflasi dengan terbesar dari subkelompok minuman beralkohol dan tembakau sebesar 0,82 persen. Dilansir laman okezone.com, Senin (2/11/2015) Sementara untuk subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 0,39 persen, dan subkelompok makanan jadi 0,26 persen. Sedangkan mie, rokok kretek, dan rokok filter masing-masing 0,01 persen. Adapun inflasi pada tahun kalender (Januari–Oktober) yakni 2,16 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year) 6,25 persen dan inflasi komponen inti 0,23 persen, sementara inflasi komponen inti year on year 5,02 persen. (Fit)