Matatelinga.com, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menyebutkan, pemerintah China belum bisa meyakinkan dunia bahwa mata uang yuan akan menjadi mata uang kelas dunia. Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah mengatakan, sekalipun kendati Presiden kedua negara telah bertemu dan China kini tengah membentuk trend dalam rangka menuju keseimbangan baru. "Pertemuan antara Obama dan Xi Jinping, belum akan bisa yakinkan dunia bahwa yuan menjadi mata uang kelas dunia," ucapnya dalam seminar Tantangan dan Peluang Investasi di Pasar Modal pada Era Turbulensi Ekonomi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/11/2015). Menurutnya, yuan tidak akan mampu menjadi salah satu mata uang dunia selama pemerintah China masih ada hambatan kendati pemerintah China sangat ingin menjadikan yuan sebagai mata uang dunia. "Kecuali kalau dia liberisasi yang cepat sekali, tapi risiko yang tinggi. Selama masih ada hambatan yuan tidak akan menjadi mata uang dunia walaupun dia ingin," tuturnya. Hambatan tersebut antara lain, kemuka dia, sektor keuangan China masih dalam situasi yang tidak seimbang (inbalance sheet) akibat respon perlambatan ekonomi AS dan gejolak keuangan dunia pada 2010-2011. Dilansir laman okezone.com "Mereka dalam posisi serba sulit, terutama diberikan kepada BUMN-BUMN properti dan supaya masyarakat beli saham. Cum0a yuan belum menjadi mata uang dunia, safe havens," pungkasnya. (Fit)