Matatelinga.com, Nilai investasi budidaya perikanan sampai saat ini telah mencapai Rp19 triliun, hal tersebut dikatakan Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Slamet Soebjakto mengatakan, target budidaya perikanan pada 2015 mencapai 17,9 juta ton. Untuk merealisasikan hal tersebut dibutuhkan peningkatan investasi.
"Investor yang tertarik menanamkan investasi juga termasuk dari beberapa negara seperti Norwegia dan Cina," akunyya.
Menurut Slamet, para calon investor asing yang berasal dari Norwegia dan Cina tertarik menanamkan modalnya disektor budidaya tambak terintegrasi, baik pada budidaya laut ataupun marikultur.
Selama 2014, Slamet menuturkan, produksi perikanan budidaya mencapai 14,52 juta ton, capaian tersebut sebagian besar di dominasi oleh produksi rumput laut. "Sebesar 70 persen dari total produksi merupakan rumput laut, 22 persen dari air tawar dan sisanya berasal dari udang dan ikan laut," tambahnya diberitakan Okezone.
Menurut Slamet, potensi budidaya air payau nasional cukup besar dengan 2,9 juta hektar dan baru dimanfaatkan 21,9 persen. "Ini yang akan kita kembangkan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya. Tentunya sesuai arahan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, kita kembangkan usaha budidaya yang berkelanjutan, tidak serakah dan selalu memperhatikan lingkungan sekitarnya dan masyarakat sekitarnya," akunya.
(Mtc)