Matatelinga.com, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengangkat Kuntoro dan Dirjen Ketenagalistrikan Jarman sebagai jajaran dewan komisaris BUMN sektor kelistrikan tersebut.Deputi Bidang Energi BUMN Edwin Hidayat mengatakan, Kuntoro diangkat menggantikan Chandra Hamzah dan Jarman menggantikan Milton Pakpahan. Dalam acara pelantikan tersebut, Edwin menyebutkan tidak menjadi masalah jikalau salah satu yang digantikan tidak hadir dalam acara serah terima jabatan."Yang penting ada yang mewakili, beliau sedang di luar negeri, yang penting sudah ada pemberitahuan SK itu efektif ya per RUPS, tapi pemberitahuan sudah 14 hari yang lalu," kata Edwin di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/11/2015).Edwin melanjutkan, proses pengangkatan komisaris berjalan lebih lamban dibandingkan dengan proses pengangkata direksi PLN. Sebab, penyusunan organisasi PLN sudah dimulai sejak Agustus, sedangkan dewan komisaris pada saat tersebut tidak ada isu untuk melakukan pergantian."Di PLN itu ada 110 eselon 1, mulai dari GM sampai kepala divisi, termasuk dirut direksi anak perusahaan yang itu bisa dilakukan asesmen untuk jadi direksi PLN. Memang prosesnya itu tidak bisa dilakukan hari ini besok jadi," katanya. Dilansir laman okezone.com"Kemudian proses jadi, ada konsultasi ke dekom, sudah terpilih waktu itu ada 10 orang, dilakukan asesmen eksternal di lembaga manajemen, semua lulus, kemudian fit n proper oleh deputi, dikonsultasikan dengan ibu menteri, dipanggil lagi, jadi proses yang panjang," tambah dia.Menurut Edwin, kalau proses pengangkatan jajaran komisaris harus melalui proses Tim Penilaian Akhir (TPA) yang dipilih langsung oleh presiden. Oleh karena itu dipilih Kuntoro dan Jarman. "Kalau Pak Jarman, supaya 35.000 mw ini lebih lancar, karena koordinasi lebih solid antara operator dan regulator," tukasnya.(Fit)