Matatelinga.com, Isu hangat yang menjadi tranding topic saat ini soal perpanjangan kontrak tambang emas Grasberg di Timika Papua. Di mana si pengelola tambang, PT Freeport Indonesia (PFTI) akan habis kontraknya pada 2021.Namun muncul pertanyaan, apakah bisa Indonesia mengelola Freeport tanpa campur tangan Freeport?Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi menilai sudah saatnya Indonesia ambil alih saham mayoritas Freeport.Pasalnya, kita sudah memiliki banyak ahli pertambangan Indonesia dan sudah memadai untuk bisa mengelola perusahaan sejak 1963 telah mengelola tambang emas di Papua ini."Kita mampu dong kelola Freeport. Karena Anak Bangsa telah banyak menjadi ahli-ahli pertambangan. Kita punya itu dan sudah memadai untuk kelola Freeport,"ujar Ucok
Saat ini, lanjut Ucok, tinggal kinerja pemerintah Indonesia untuk menyiapkan diri dan meyakinkan diri bahwa kita siap mengusai Freeport. Namun, kata Ucok, apakah perusahaan asal Amerika ini mau mengembalikan minimal 80 persen sahamnya kepada Indonesia."Jadi hal itu yang menjadi tugas pemerintah, untuk menyelesaikan masalah Freeport, di mana minimal 80 persen sahamnya kembali kepada kita. Dan supaya bisa dipastikan, persiapan kita saat Freeport menyerahkan kembali sahamnya ke kita, kita sudah bisa mengelola kembali Freeport," terangnya. Dilansir laman okezone.com(Fit)