Matatelinga.com, Harga minyak jatuh lebih dari 4 persen karena lonjakan stok dan rally pada dolar Amerika Serikat (AS) mendorong para pedagang untuk membuang kontrak minyak mentah di tengah tanda-tanda produsen minyak terbesar di dunia tidak akan memangkas produksi mereka.Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), mencapai posisi terendah. Senada, Brent berjangka juga mendekati posisi terendah baru sejak Maret 2009, karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) masih melindungi pangsa pasar mereka dari anggota non-OPEC seperti Amerika Serikat dan Rusia."Minyak mentah diperdagangkan di bawah USD40 per barel pada saat OPEC mengambil keputusan," kata Analis New York Tyche Capital Advisors, Tariq Zahir, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip laman okezone.com, Kamis (3/12/2015).Brent LCOc1 turun USD1,95 atau 4,4 persen menjadi USD42,49 per barel. Sementara minyak mentah AS, WTI, CLc1, turun USD1,91 atau 4,6 persen menjadi USD39,94 per barel.Persediaan minyak mentah AS naik 1,2 juta barel pekan lalu, dan mencatat kenaikan selama 10 minggu, demikian data dari Administrasi Informasi Energi (EIA). Sementara, persediaan di Cushing, Oklahoma, hub pengiriman untuk minyak mentah berjangka AS menyumbang sepertiga dariBeberapa pedagang mengatakan, pasar bisa stabil selama sisa minggu dan yang short-covering bisa terjadi karena Brent dan WTI mendekati oversold.(Fit)