Matatelinga.com, Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara melaksanakan pertemuan tahunan tahun 2015 di Gedung BI lantai 9 Jalan Balai Kota Medan Senin (14/12/2015) siang.
Dalam sambutannya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Difi A. Johansyah mengatakan, tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan dan ujian bagi pwrekonomian Indonesia. Tekanan terhadap stabilitas ekonomi begitu kuat, muncul dari segala arah dan mengaburkan berbagai kinerja positif yang dicapai sebelumnya.
Berbagai tekanan yang dihadapi Indonesia tidak terlepas dari terjadinya berbagai pergeseran fundamental dalam perekonomian dunia dan perubahan konstelasi kebijakan ekonomi di negara maju dan berkembang sejak krisis keuangan global 2008. Dipicu krisis keuangan di AS pada akhir 2008, krisis berlanjut ke Yunani yang sebelumnya meluas ke Eropa, dampaknya negara - negara berkembang yang sebelumnya menjadi mesin pertumbuhan ekonomi global,mengalami perlambatan ekonomi struktutal.
Bahkan beberapa negara berkembang besar turut menjadi sumber kerentanan global. Perekonomian Tiongkok yang sebelumnya tumbuh dua digit dalam satu dekade terakhir melambat signifikan hingga dibawah 7 persen.Pelemahan Tiongkok sebagai konsumen berbasis komoditas sumber daya alam terbesar dunia membawa pengaruh pada merosotnya harga komoditas di pasar global,"ungkapnya. Foto: Difi A Johansyah saat memberikan kata sambutan.
(Mtc/Zal)