Matatelinga.com, Kepala staf presiden Teten Masduki menyebut, pemanggilan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas komitmen pemerintah dalam tata kelola sektor transportasi di Indonesia. Walaupun dalam pertemuan tersebut, Teten tidak hadir."Tadi saya tidak ikut dalam pertemuan itu, saya kira komitmennya sama, jadi memang kita tata, apa yang harus kita tata pemerintah akan mengambil inisiatif seperti apa, supaya penataannya seperti apa," ucap Teten di Istana Negara, Jakarta, semalam.Teten menambahkan, penataan sektor transportasi ini bukan mematikan transportasi rakyat dalam hal ini ojek tradisional maupun ojek online berbasis aplikasi seperti Go-Jek hingga Grab Bike."Betul-betul bukan mematikan transportasi rakyat ini, tapi bagaimana transportasi ini menjadi transportasi aman dan nyaman," tegasnya.Menurutnya, penataan sektor transportasi ini bukan hanya untuk mengatasi ojek online, melainkan taksi online seperti Uber Taxi maupun Grab Car. "Tapi bukan hanya selain Go-Jek, Uber itu juga pernah dilakukan razia oleh polisi bahkan penumpangnya diminta untuk turun. Itu kan sangat menyusahkan," imbuhnya. Dilansir laman okezone.com"Saya kira bukan hanya soal transportasi roda dua tapi juga ada transportasi roda empat. Ini sudah real lah. Dari KPPU saya juga sudah dapat laporan, memang ada inefisiensi dalam pengelolaan moda transportasi ini. Saya kira ini penting untuk di tata," tukasnya.(Fit)