Matatelinga.com, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus membangun sektor pariwisata Tanah Air. Dia menyebut sektor pariwisata adalah sektor yang paling cepat dalam menciptakan lapangan kerja.Menko Rizal menambahkan, pihaknya bersama pemerintah lain akan menggenjot sektor wisata melalui peningkatan wisatawan mancanegara yang mendatangkan devisa serta membuka lapangan tenaga kerja."Pemerintah sengaja menggenjot sektor pariwisata itu karena lebih mudah dalam lapangan kerja. Wisatawan mancanegara (Wisman) kita tahun ini 10 juta, nanti kita tingkatkan menjadi 20 juta Wisman. Devisa sekarang USD 10 miliar akan tingkatkan USD 20 miliar. Jumlah rakyat yang bekerja 3 juta, akan ditingkatkan menjadi 7 juta," paparnya.Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya menargetkan masuk peringkat 25 dunia dalam destinasi wisata pada tahun 2016. Sebab, potensi wisata dalam negeri sangat mumpuni jika dikelola dengan baik."Penilaian World Economy Forum (WEF) tahun lalu kita peringkat 75, sekarang 50, tahun depan kita targetkan masuk 25 besar," kata Deputi 4 Bidang SDM, Iptek dan Budaya Kementerian Koordinator Kemaritiman, Safri Burhanudin di Marunda, Jakarta.Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta dalam setahun pada 3-4 tahun mendatang akan tercapai. Menurutnya, pemerintah telah menetapkan 10 lokasi wisata unggulan untuk menggenjot kinerja pariwisata."Kita punya 10 destinasi wisata unggulan, masa kita gak dapat 20 juta, kebangetan menterinya menurut saya kalau tidak bisa mencapai," kata Presiden Jokowi di Waisai Kabupaten Rajaampat, Papua Barat, seperti dilansir dari Antara dan dikutip laman merdeka.com, Jumat (1/1/2016) lalu.Presiden Jokowi mengatakan negara tetangga yang destinasi wisatanya tidak sebanyak Indonesia saja bisa mendatangkan wisman 24 juta hingga 27 juta orang."Gampang itu, Rajaampat dan Labuhan Bajo dengan komodonya sudah terkenal, alamnya khas, hutannya tak banyak tapi vegetasinya unik, dunia mana ada yang punya komodo. Di sekitarnya juga bisa untuk diving, snorkling," katanya. Minggu (3/1/2016)Menurut dia, untuk mencapai target tinggal perlu sentuhan kecil. "Tapi memang perlu keputusan segera untuk dikerjakan," katanya.(Fit)