Matatelinga.com, Kementerian Keuangan mencatat hasil sementara realisasi APBNP 2015. Tercatat, realisasi defisit Anggaran dalam APBNP 2015 mencapai Rp318,5 triliun atau 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Mengutip rilis kementerian keuangan, Jakarta, Minggu (3/1/2016), angka tersebut berdasarkan realisasi (sementara) pendapatan negara sebesar Rp1.491,5 triliun dan belanja negara sebesar Rp1.810 triliun. Seperti dikutip dari laman okezone.comRealisasi defisit anggaran ini lebih tinggi dari target defisit anggaran dalam APBNP 2015 sebesar Rp222,5 triliun atau 1,9 persen terhadap PDB. Hal tersebut berimplikasi terhadap realisasi pembiayaan anggaran dalam 2015 mencapai Rp329,4 triliun atau 147,3 persen dari targetnya dalam APBNP 2015 sebesar Rp222,5 triliun.Realisasi pembiayaan anggaran tersebut berasal dari pembiayaan dalam negeri (neto) sebesar Rp309,3 triliun dan pembiayaan luar negeri (neto) sebesar Rp20 triliun. Keseluruhan pembiayaan tersebut, terutama digunakan untuk mendukung realisasi belanja produktif.Secara makro, dalam upaya pemenuhan pemibiayaan, Pemerintah tetap memperhatikan pengelolaan risiko dengan sumber pembiayaan yang lebih terdiversifikasi sehingga kesinambungan fiskal tetap terjaga.Dengan realisasi defisit anggaran sebesar Rp318,5 triliun dan realisasi pembiayaan anggaran yang mencapai Rp329,4 triliun, maka dalam pelaksanaan APBNP 2015 terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp10,8 triliun.(Fit)