Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka mengalami tekanan. Rupiah pun dibuka hampir menembus Rp13.900 per USD.Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, menuturkan Rupiah masih akan dihantui beberapa sentimen seperti Fed Fund Rate (FFR) dan permasalahan di China. Menurutnya, hal ini akan membuat pergerakan dolar AS akan tetap kuat."Dan juga saat ini yang menjadi perhatian adalah ekonomi China. Jika terjadi kontraksi, maka Rupiah akan jatuh lagi," kata dia. Seperti dilansir dari laman okezone.comYahoofinance mencatat, Rupiah melemah 60 poin atau 0,4 persen menjadi Rp13.895 per USD. Yahoofinance mencatat, pergerakan Rupiah paling lemah berada di Rp13.910 per USD, dengan pergerakan paling kuat di kisaran Rp13.835 per USD. Senin (4/1/2016)Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 48 poin atau 0,3 persen menjadi Rp13.878 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.825-Rp13.916 per USD.(Fit)