Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka mengalami tekanan. Rupiah masih bergerak di kisaran Rp13.900 per USD dan terus mendekati level Rp14.000 per USD.Head Ananlis MNC Securities, Edwin Sebayang, menuturkan saat ini devaluasi yuan masih menjadi momok menakutkan untuk Indonesia. Dia mengatakan, pada minggu kemarin yuan telah anjlok karena China berusaha melakukan devaluasi."Perkiraan konservatif ada di kisaran 7-7,5 yuan per USD atau mengalami pelemahan 7-10 persen," kata diaMenurutnya, saat ini berpeluang terjadi perang curreny. Dia melanjutkan, jika memang China terus mendevaluasi yuan, bukan tidak mungkin yang lain akan menurunkan mata uangnya. "Kalau sudah ada devaluasi, Rupiah bisa bergerak mencapai Rp14.900-Rp15.100 per USD," tambahnya.Melansir yahoofinance dan dikutip melalui laman okezone.com, Rupiah pagi ini melemah 15 poin atau 0,1 persen menjadi Rp13.940 per USD. Adapun tingkat paling tinggi berada di angka Rp13.965 per USD, dan tingkat paling rendah di Rp13.925 per USD.Sementara Bloomberg Dollar Index, dalam perdagangan non-delivery forward (NDF), mencatat Rupiah dibuka melemah 20 poin atau 0,1 persen menjadi Rp13.940 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.911-Rp13.960 per USD.(Fit)