Matatelinga.com, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2015 tercatat sebesar USD105,9 miliar. Angka ini meningkat signifikan dari posisi akhir November 2015 sebesar USD100,2 miliar. Seperti dilansir melalui laman okezone.comNamun, Peningkatan cadangan devisa tersebut berasal dari penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah, penerimaan hasil ekspor migas, dan penerbitan global bonds Pemerintah yang cukup untuk menutupi kebutuhan devisa.Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, menilai lonjakan cadangan devisa ini cukup berbahaya. Pasalnya, dana yang didapat BI tersebut bukanlah dana yang berasal dari ekspor."Itu sebenarnya berbahaya, karena kita sekarang ambil di Rupiah level berapa? nantinya cicilan pokok akan mengkhawatirkan," jelas dia kepada Okezone di Jakarta.Menurutnya, memang langkah BI tersebut dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, saat ini kondisi perekonomian global masih tidak menentu."Perekonomian China diperkirakan akan lebih turun tahun ini, otomatis ekspor komoditas kita masih akan sulit. Jadi tahun ini tidak akan lebih baik dari tahun kemarin," jelas dia.(Fit)