Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan mendekati level Rp14.000 per USD. Dengan data-data yang kurang apik dari luar negeri, Rupiah diyakini berada dalam posisi sulit.Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, menuturkan saat ini Rupiah ditekan banyak sentimen negatif. Pasalnya, devaluasi yuan akan memicu adanya perang mata uang, yang berimbas semakin melemahkan posisi Rupiah. Seperti dilansir dari laman okezone.com, Selasa (12/1/2016)"Harapan Rupiah untuk recovery susah. Kita masih mengandalkan dolar AS untuk pengimpor bahan baku. Ditambah lagi kemarin data pekerja bagus, ini semakin mendorong the Fed untuk kembali menyesuaikan suku bunganya," jelas diaDia melanjutkan, saat ini kondisi negara-negara memang tengah dalam tekanan, kecuali India. Meski demikian, tidak ada keuntungan besar yang bisa diambil dari laju perekonomian India."India paling hanya ke batu bara low calorie, itu juga mereka menawar gila-gilaan. Selain itu, mereka kan konsumsinya emas, mereka negara terbesar yang mengonsumsi emas," tambahnya.(Fit)