Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka bergerak mixed. Meski demikian, Rupiah masih belum lepas dari level Rp13.900 per USD.Analis PT MNC Securities, Gilang Anandito, mengatakan saat ini Rupiah masih dihantui oleh sentimen global seperti pelemahan harga minyak mentah dan juga masalah pertumbuhan ekonomi di China. Pasalnya, bukan tidak mungkin China akan kembali mendevaluasi mata uangnya untuk mendorong ekspornya. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Kalau sudah begitu, kekhawatirannya negara lain, seperti Vietnam dan Thailand juga akan melemahkan mata uangnya, agar mampu bersaing dengan Yuan. Akibatnya, Rupiah akan kembali tertekan, karena kita sulit untuk mendevaluasi Rupiah," jelas diaMeski demikian, dia mengatakan devaluasi China juga tetap terukur. Saat ini People Bank of China (PBOC) juga tengah menjaga agar tidak terdevaluasi terlalu dalam. "Ini terlihat dari cadangan devisa mereka yang terus melemah, jadi meski didevaluasi, tapi tetap ditahan," tambah dia.Yahoofinance mencatat, Rupiah pagi ini menguat 15 poin atau 0,1 persen menjadi Rp13.910 per USD. Adapun level tertinggi Rupiah, berada di angka Rp13.925, dengan level tertinggi berada di Rp13.910 per USD.Sementara Bloomberg Dollar Index, mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemeh 17 poin atau 0,12 persen menjadi Rp13.922 per USD. Pagi ini, RUpiah bergerak di kisaran Rp13.907-Rp13.941 per USD.(Fit)