Matatelinga.com, Perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Malaysia, Petronas saat ini mengaku dalam kesulitan besar. Hal ini dikarenakan harga minyak Brent tergelincir ke USD28 per barel.Dalam pernyataan yang dikeluarkan Petronas, Rabu (20/1/2016), pihaknya perlu memangkas belanja modal (capex) dan belanja operasi untuk empat tahun ke depan sekira 50 miliar ringgit Malaysia atau setara USD11,42 miliar (4,377 ringgit Malaysia per USD).Tidak hanya itu, proyek-proyek besar lainnya juga disebut akan dibatalkan lantaran harga minyak yang anjlok secara berkelanjutan. Seperti dikutip melalui laman okezone.comSekadar informasi, harga minyak Brent jatuh hingga 3,3 persen setelah sebelumnya sempat menguat satu persen pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta). Harga minyak mentah AS (Brent) dalam perdagangan berjangka turun 96 sen atau 3,26 persen ke level USD28,46 per barel.Harga minyak anjlok lantaran kekhawatiran mengenai pasokan yang melimpah. Terlebih negara yang tergabung dalam organisasi pengekspor minyak enggan memotong produksinya.Tidak hanya itu, pencabutan sanksi internasional terhadap Iran juga mengakibatkan harga minyak anjlok. Sebab, saat ini Iran kembali leluasa menjual minyaknya ke internasional(Fit)