Matatelinga.com, Sejak akhir Desember 2014 lalu, harga minyak mentah dunia selalu mengalami penurunan. Bahkan, sejak Iran dibebaskan dari sanksi internasional, harga minyak mentah dunia anjlok pada level USD 28 per barel. Harga minyak mentah ini merupakan yang terendah sejak tahun 2003.Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono menuturkan, prediksi pertumbuhan harga crude palm oil (CPO) pada tahun 2016 akan sulit dicapai jika harga minyak mentah terus bertahan pada level USD30 per barel. Seperti dikutip melalui laman okezone.com"Akhir November para pakar meramalkan harga CPO global tahun 2016 akan mencapai diatas USD600 per metrik ton pada kuartal pertama 2016. Spekulasi yang berkembang disebabkan karena jatuhnya harga minyak mentah dunia yang sudah menyentuh level USD30 per barel," ujar Joko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/1/2016).Untuk diketahui, sepanjang tahun 2015 harga CPO turun sebesar 25 persen year on year. Pada 2014, harga CPO mencapai 818,2 ton per metrik ton. Namun, harta rata-rata CPO pada 2015 hanya mencapai USD 614,2 per metrik ton.Akibatnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan sepanjang tahun 2015 tidak dapat memungut pajak CPO. Sebab, harga CPO berada di bawah batas minimum penerapan pajak CPO sebesar USD750 per metrik ton."Biasanya bea keluar disumbang dari ekspor CPO. Tapi sejak harga CPO internasional di bawah threshold, yaitu kurang dari USD750 per metrik ton. Jadi Bea Cukai tidak dapat memungut bea keluar. Akibat dari kondisi ini, potensi kehilangan penerimaan sebesar Rp8,1 triliun," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi beberapa waktu lalu.(Fit)