Matatelinga.com, Keputusan pemerintah untuk tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan penurunan harga minyak mentah di dunia berdampak pada mahalnya harga jual BBM di dalam negeri.Direkrut Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menuturkan, saat ini harga BBM di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN. Bahkan, apabila dibandingkan dengan harga BBM di Malaysia sekira Rp5.000 per liter, harga BBM di Indonesia saat ini masih lebih tinggi Rp2.000 per liter."Harga BBM kita itu tertinggi di ASEAN. Masyarakat dibebankan dengan keputusan pemerintah. Seharusnya pemerintah juga menurunkan harga BBM mengikuti harga perekonomian," ujarnya di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (24/1/2016). Seperti dikutip dari laman okezone.comTak hanya itu, tarif listrik tegangan rendah yang pada Desember lalu turun dari Rp1.509,38 menjadi Rp1.409,16 per kWh masih terlalu mahal dibandingkan dengan tarif listrik di negara-negara Asia Tenggara. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi pelaku usaha di dalam negeri dalam menghadapi persaingan dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA)."Listrik kita juga tertinggi di ASEAN. Ini karena utang PLN yang besar. Bahkan suku bunga kredit kita juga tertinggi. Kalau ini tetap berlangsung, kita akan kalah saing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya," tandasnya.(Fit)