Matatelinga.com, Penurunan harga minyak dunia selama dua tahun terakhir telah berdampak pada melemahnya perekonomian global. Bahkan, terdapat beberapa perusahaan minyak dan gas (migas) yang menghentikan kegiatan eksplorasi dan produksi akibat rendahnya harga jual minyak dunia.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengungkapkan, ada dua hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah saat ini, yaitu memanfaatkan momentum penurunan harga minyak serta melakukan revaluasi aset."Pertama kita harus dapat memanfaatkan momentum penurunan harga minyak ini untuk meningkatkan eksplorasi, karena selama ini eksplorasi sedikit sekali yang dikerjakan," ujar Rizal saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/2/2016).Menurut Rizal, dengan penurunan harga minyak dunia, maka pemerintah dapat melakukan investasi melalui eksplorasi. Pasalnya, seluruh biaya eksplorasi saat ini masih mengalami penurunan akibat anjloknya harga minyak. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Jadi penurunan harga minyak ini untuk dapat dimanfaatkan untuk melakukan eksplorasi. Karena kenapa karena seluruh biaya termasuk SDM dan peralatan eksplorasi itu lagi anjlok-anjloknya," jelasnya.Selain itu, dia menyarankan agar perusahaan BUMN melakukan revaluasi aset untuk menutupi penurunan kinerja BUMN dalam menghadapi penurunan harga minyak dunia. Revaluasi aset ini diharapkan dapat menambah suntikan modal pemerintah hingga di atas Rp1.000 triliun."Jalan yang kami sarankan, kita harus tingkatkan jalan terobosan. Kita dapat tingkatkan revaluasi aset. Seperti yang diketahui, kami mengusulkan ini ke kabinet dan disetujui. Bayangkan, beberapa saja perusahaan BUMN ikut, aset BUMN ini tambah Rp800 triliun loh. Untuk itu ini kita sarankan," pungkasnya.(Fit)