Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Produksi Gula Nasional Belum Mampu Cukupi Kebutuhan Dalam Negeri
Produksi Gula

Produksi Gula Nasional Belum Mampu Cukupi Kebutuhan Dalam Negeri

Admin - Selasa, 09 Februari 2016 13:04 WIB

Matatelinga.com, Produksi gula nasional hingga saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 4,7 juta ton per tahun.Saat ini, produksi gula nasional hanya mencapai 2,5 juta ton per tahun. Melihat kondisi tersebut, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendorong adanya revitalisasi pabrik-pabrik gula milik PTPN di Indonesia. Revitalisasidifokuskan pada peningkatan kapasitas dan juga memperbesar rendeman tebu. Pasalnya, rendemen dari tebu hanya 10 persen. Selain itu perluasan lahan tanaman tebu juga perlu diperluas, mengingat lahan pertanian tebu di Indonesia baru mencapai 470.000 hektare. Seperti dilansir dari laman okezone.comKetua Dewan Pembina APRTI, Arum Sabil, mengatakan, untuk bisa mencapai swasembada gula, Indonesia membutuhkan setidaknya 780.000 hektare (ha). Dengan kata lain Indonesia masih membutuhkan sekitar 280.000 ha lahan tebu baru. “Jika lahan tebu bisa mencapai 780.000 ha, akan bisa memproduksi paling tidak 7,5 juta ton,” katanya saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) petani Tebu di Semarang, akhir pekan kemarin. Karena itu, APTRI mendorong agar penambahan 280.000 ha lahan tebu bisa terealisasi dalam lima tahun ke depan. Jadi, dalam lima tahun Indonesia sudah bisa swasembada gula, dan tidak perlu impor.“Dari luas lahan tebu yang ada saat ini 270.000 ha, di antaranya milik petani rakyat. Sementara selebihnya milik perusahaanperusahaan besar,” ujarnya. Arum menambahkan, dengan sudah dibukanya keran pasar bebas ASEAN atau MEA, menjadikan potensi bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produktivitas dan daya saing.“Makanya kami bersamasama mendorong produktivitas melalui berbagai peran. Perusahaan gula melakukan revitalisasi pabriknya, kemudian peran petani menanam tebu dengan varietas yang unggul, juga peran dari perusahaan pupuk bagaimana menyediakan pupuk. Selain itu juga dibutuhkan peran perbankan bagaimana mampu menyalurkan pinjaman yang tidak menyulitkan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Umum APTRI, Abdul Wahid, menyatakan, selama ini petani tebu rakyat bermitra dengan pabrik gula sistem bagi hasil.“Selama ini rendemennya masih sangat kecil yakni hanya sekitar 10 persen. Ini yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan produktivitas gula di Tanah Air,”katanya. Dia menyebutkan, ada beberapa cara untuk meningkatkan produktivitas menuju swasembada gula, salah satunya memperluas lahan pertanian tebu. Dijelaskannya, jika saat ini lahan tebu masih kurang sekitar 280.000 ha bisa dipercepat dengan membagi kekurangan lahan tersebut kepada 65 pabrik gula yang ada.“Menurut saya tidak sulit kalau pabrik gula mau bekerja sama. Kemudian dari sisi produktivitas yang selama ini hanya 75 ton per ha ditingkatkan menjadi 100 ton per ha, serta kapasitas pabrik ditingkatkan menjadi 500.000 ton per hari,” ucap Abdul(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Pastikan Harga Stabil Jelang Idulfitri, Wagub Sumut dan Mendag Turun Langsung ke Pasar Tebingtinggi

Ekonomi

Transaksi Di Pasar Murah Pemko Medan Capai Rp 3,2 Milyar

Ekonomi

Gubernur Bobby Nasution Tinjau Pengungsi di Tapteng, Pastikan Kebutuhan Anak dan Perempuan Jadi Prioritas

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk