Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis. Rupiah masih berada dalam tren positifnya, meskipun ada sentimen dari penantian kenaikan tingkat suku bunga oleh the Federal Reserve. Seperti dilansir dari laman okezone.comHead Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan Rupiah sedang sakti dalam beberapa hari terakhir karena positifnya data ekonomi makro Indonesia. Menurutnya, fundamental ini membuat Rupiah kebal terhadap gejolak yang diakibatkan kekhawatiran kenaikan tingkat suku bunga di Amerika."Rupiah masih sakti karena perbaikan current accout defisit, GDP (Gross Domestik Product) dan infladi yang tidak terlalu tinggi. Jadi kekhawatiran tidak sebesar tahun lalu. Diperkirakan Rupiah akan bergerak di Rp13.410-Rp13.540 per USD," kata dia kepada Okezone di Jakarta, Senin (15/2/2016).Pagi ini, Bloomberg Dollar Index mencatat Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di Asia, menguat 11,5 poin atau 0,1 persen ke Rp13.478 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.461-Rp13.491 per USD.Sementara yahoofinance, mencatat Rupiah masih stagnan di Rp13.475 per USD. Pagi ini, yahoofinance mencatat Rupiah bergerak di kisaran Rp13.470-RP13.485 per USD.Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis data ekspor dan impor Januari 2016. Neraca perdagangan Indonesia sendiri, dalam dua bulan terakhir selalu mengalami defisit.(Fit)