Matatelinga.com, Penurunan harga minyak dunia sejak pertengahan 2014 telah menghancurkan keuangan negara penghasil minyak di seluruh dunia. Bahkan anjloknya harga minyak memaksa produsen minyak terkaya di dunia untuk mengambil utang yang tidak direncanakan sebelumnya dan menerbitkan surat utang.Melansir CNBC dan dilansir dari laman okezone.com, penurunan harga minyak ini sudah melampaui prediksi analis dan membuat negara raksasa minyak sekelas Arab menerbitkan surat utang darurat. Lembaga pemeringkat Standard&Poor menyatakan, penerbitan surat utang diharapkan bisa menutup pinjaman negara ini.Peminjaman dari negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) diatur tetap tinggi pada tahun ini. Pasalnya banyak negara yang masih berusaha mengejar ketinggalan lantaran anjloknya harga minyak pada 2015."Penurunan lebih dari 70 persen harga minyak sejak pertengahan 2014 telah melemah Gulf Cooperation Council (GCC) keuangan negara dan mengakibatkan defisit pemerintah untuk sebagian penguasa," papar Analis Kredit Trevor Cullinan.S&P memprediksi 13 negara dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menarik pinjaman sekira USD134 miliar dalam bentuk utang jangka panjang pada tahun ini.Harga minyak tetap turun sekira 70 persen sejak pertengahan 2014. Sempat rebound selama dua minggu terakhir, Internasional Brent Crude naik 0,7 persen ke USD36,80 per barel.Kepala Ekonom Global HSBC Janet Henry mengatakn risiko negara Timur Tengah dan Amerika Latin masih besar meskipun harga minyak stabil dari rekor terendah."Harga minyak rendah berarti defisit lebih tinggi, meningkatnya utang," kata dia."Kami berharap pengeluaran tetap utuh, namun dengan pendapatan fiskal rendah belanja harus dipotong secara dramatis dan subsidi BBM berkurang, kami berharap pertumbuhan di kawasan MENA menjadi 1,9 persen pada 2016, lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2015 yang sebesar 2,9 persen," cetusnya(Fit)