Matatelinga.com, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM (Disperindag ESDM) Kabupaten Jember menekankan agar perusahaan dan eksportir rokok tidak menanam tembakau dalam jumlah besar pada 2016 ini.Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Jember Achmad Sudiono mengatakan, jika perusahaan dan eksportir menanam tembakau dalam jumlah besar, akan berdampak terhadap penyerapan tembakau milik petani. “Dalam peraturan daerah, perusahaan dan eksportir tembakau diperkenankan melakukan penanaman, tetapi dalam jumlah terbatas. Itu pun hanya untuk penelitian internal,” kata Achmad.Ketentuan itu yakni penanaman maksimal seluas 2 hektare per perusahaan. Namun, realita di lapangan menunjukkan hal berbeda. Pabrikan menggencarkan penanaman tembakau hingga puluhan hektare. Hasilnya, pabrikan dengan mudah memanen tembakau miliknya. “Sedangkan, penyerapan tembakau milik petani berjalan lambat. Akhirnya, banyak tembakau petani yang tidak bisa terjual. Itu juga membuat harga jual tembakau petani anjlok,” katanya. Seperti dilansir dari laman okezone.comSementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember Jumantoro saat dihubungi menjelaskan, pihaknya mendukung kebijakan yang diambil Disperindag ESDM Kabupaten Jember. “Tetapi, kami harapkan hal itu bukan retorika belaka. Kami butuh aksi nyata karena memang seharusnya pabrikan itu bermitra dengan petani.Jadi, mereka membeli tembakau dari petani, bukan malah jadi pesaing petani,” kata Jumantoro. Dia pun tidak menginginkan harga jual tembakau di Kabupaten Jember tahun 2016 ini sama dengan dua tahun sebelumnya. Saat itu harga jual tembakau kasturi di kisaran Rp1 juta per kuintal. “Sedangkan, tahun- tahun sebelumnya masih normal di kisaran harga Rp3 juta-Rp5 juta per kuintal,” bebernya.Hal yang sama juga terjadi pada tembakau jenis rajangaan. Pada harga normal, tembakau rajangan dijual seharga Rp30.000 per kg. Tetapi, dua tahun terakhir harga jualnya hanya sekitar Rp10.000 per kg. “Kami harapkan dengan kebijakan itu, harga jual tembakau petani bisa lebih bagus dibandingkan dua tahun terakhir ini,” pungkasnya.(Fit)