Matatelinga.com, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) kesulitan mengendalikan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok akhir-akhir ini karena kenaikan dipicu peningkatan kebutuhan.Wakil Ketua TPID Sumut Difi A Johansyah memaparkan, meskipun saat ini sedang masa panen di beberapa kabupaten/kota sentra penghasil, pasokan tidak bisamencukupipermintaanmasyarakat yang tinggi. Peningkatan kebutuhan terjadi karena sudah mulai ada perbaikan ekonomi. Perekonomian yang membaik jelas mendorong masyarakat berbelanja melebihi kebutuhan sehari-hari.“Di tingkat rumah tangga sudah mulai terjadi peningkatan ekonomi. Hal itu mengindikasikan terjadi kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok. Inilah yang membuat harga terus naik akhir-akhir ini,” kata Difi A Johansyah di Medan, Kamis (10/3/2016). Kondisi ini di luar perkiraan TPID Sumut. Karena itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumut belum bisa melakukan operasi pasar (OP) hingga sekarang. Seperti dilansir dari laman okezone.com“Bulog juga kesulitan memenuhi stok di gudang. Ketika harga tinggi, petani lebih memilih menjual ke pasar, bahkan hingga ke luar kota. Jadi kalau mau buat OP pun, Bulog tidak ada stok,” ujarnya. Pernyataan itu dibenarkan Humas Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut Rudy Adlin. Hingga saat ini Bulog belum berencana melakukan OP karena mereka kesulitan memperoleh pasokan dari petani, terutama bawang. “Selain karena kualitas, harga jual juga sedang tinggi,” ujarnya.Seperti diketahui, selama ini Bulog memperoleh pasokan bawang merah hanya dari Kabupaten Karo. Sementara di kabupaten/ kota lain, Bulog masih akan menjajaki lebih lanjut. Berdasarkan pantauan KORAN SINDO MEDAN di sejumlah pasar tradisional Medan dan sekitarnya, bawang merah masih dijual dengan harga berkisar Rp46.000 per kg, bahkan ada yang menjual hingga Rp50.000 per kg.Harga cabai merah juga terus naik menjadi Rp48.000 per kg dan cabai rawit menjadi Rp33.000 ribu per kg. Begitu juga bawang putih dijual seharga Rp32.000 per kg. Sementara harga sayuran masih mahal seperti sawi hijau yang harganya berfluktuasi kembali naik menjadi Rp9.000 per kg dari sebelumnya turun seharga Rp6.000 per kg.Hanya tomat mengalami penurunan harga menjadi Rp6.000 per kg. Begitu juga dengan harga berbagai jenis ikan turun, seperti ikan gembung dijual Rp20.000 dari sebelumnya Rp26.000 per kg, ikan tongkol dan sardencis masing-masing Rp13.000, serta Rp11.000 dari berkisar Rp20.000 per kg.(Fit)