Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Rupiah Dibuka Menunggu Suku Bunga BI Rate di Level Rp13.160 per USD
Pergerakan Rupiah

Rupiah Dibuka Menunggu Suku Bunga BI Rate di Level Rp13.160 per USD

Admin - Kamis, 17 Maret 2016 10:24 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak variasi. Pagi ini Rupiah berada di level Rp13.160 per USD.

Melansir Yahoofinance Kamis (17/3/2016), Rupiah tercatat melemah 107 poin atau 0,82 persen menjadi Rp13.160 per USD. Hari ini, angka tertinggi Rupiah berada di Rp13.053 per USD, dengan angka terendahnya berada di Rp13.160 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia menguat tajam 105 poin atau 0,8 persen menjadi Rp13.161 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.106-Rp13.166 per USD.

Hari ini pun diprediksi Rupiah melanjutkan pelemahan di level support Rp13.175 per USD serta resistance Rp13.160 per USD. Seperti dilansir dari laman okezone.com

"Masih melemahnya laju Rupiah kian membuka ruang pelemahan lebih lanjut sehingga kami khawatir pelemahan ini dapat berlanjut," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada dalam risetnya.

Menurutnya tren pelemahan tersebut terbentuk akibat sinyal pemerintah yang menginginkan Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan. Tentunya sentimen tersebut berlanjut hingga hari ini bertepatan dengan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG).

"Pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution, yang ingin menurunkan tingkat suku bunga demi menjaga volatilitas Rupiah ternyata membuat pelaku pasar kembali dilanda kecemasan. Keadaan itu membuat Rupiah kembali melemah meski sebelumnya dirilis Neraca Perdagangan Indonesia yang surplus USD1,1 miliar di Februari," imbuhnya.

Pelemahan Rupiah juga terimbas dari melemahnya beberapa mata uang dunia. Sehingga menyeret mata uang Garuda kembali melemah.

"Namun demikian, kami juga berharap pelemahan tersebut dapat mulai tertahan. Dengan asumsi tidak jadinya The Fed menaikan suku bunga dapat mengurangi dorongan apresiasi USD sehingga Rupiah pun dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbalik menguat. Tetap cermati sentiment yang ada," tandasnya.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Siapa Biang Kerok Rupiah, Hingga Terpuruk ke level Rp17.500...:

Ekonomi

Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah Membebani Pasar Finansial Domestik

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Waduh, Pasutri di Laporkan Dugaan Gelapkan Dana Miliaran Rupiah

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk