Matatelinga.com, Pasar saham Asia menguat di seluruh papan perdagangan setelah dolar Amerika Serikat (AS) mengambil sikap defensif karena risk appetite yang kembali terjadi di Amerika. Hal ini juga yang menyebabkan the Federal Reserve mengurangi batal untuk menerapkan kenaikan tingkat suku bunga minggu ini.Adanya potensi aliran dana akan beralih ke komoditas dan ekuitas, dibandingkan terpancing dengan tingkat suku bunga yang tinggi, didorong harga minyak mentah dan perkembangan pasar saham.Melansir Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (17/3/2016), Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, .MIAPJ0000PUS, naik ke level tertinggi dua bulanan, di mana terakhir kali terjadi kenaikan 2,1 persen.Indeks Nikkei N225 Jepang mengabaikan penguatan yen dan menguat 1,4 persen. Saham Australia naik 0,8 persen, Korea Selatan Kospi, .KS11, naik 1,2 persen dan Shanghai, SSEC, naik 0,6 persen.The Fed menyimpulkan dalam pertemuan kebijakan dua hari mereka tidak akan menaikkan tingkat suku bunga, persis seperti yang diperkirakan banyak analis. Selain itu, sinyal kenaikan suku dalam beberapa bulan mendatang redup, karena Amerika Serikat terus menghadapi risiko dari ekonomi global yang tidak menentu.Kekhawatiran pertumbuhan global, khususnya mengenai China, telah mengguncang pasar tahun ini, dan ini terlihat telah mempengaruhi posisi The Fed. Indeks dolar melayang mendekati level terendah satu bulanan, setelah The Fed mengatakan hanya akan menaikkan suku bunga dua kali dari empat kali di 2016.(Fit)