Matatelinga.com, Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan BI Rate dan Giro Waib Minimum (GWM) primer yang sudah dilakukan belum berdampak optimal bagi industri perbankan. Terhitung BI telah menurunkan BI rate sebanyak tiga kali atau 0,75 persen setara 75 basis poin (bps) dan GWM sudah turun dua kali sebanyak 1,5 persen setaea 150 bps.Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan, transmisi tersebut sudah berjalan namun belum kuat."Penurunan suku bunga deposit baru 7 bps atau 0,7 persen, bunga kredit baru 4 bps atau 0,4 persen, dari penurunan BI Rate yang 75 bps atau 0,75 persen, masih belum efektif," kata dia di Gedung BI, Kamis (17/3/2016). Seperti dilansir dari laman okezone.comUntuk itu, dalam jangka pendek BI akan lebih fokus mengefektifkan langkah pelonggaran kebijakan moneter. Dia bilang, BI juga akan mendorong optimalisasi kebijakan dengan penguatan operasi moneter dan menjaga term structure tetap konsisten."Maka, fokus BI ke depan adalah bagaimana transmisi kebijakan moneter ini makin efektif. Maka fokus jangka pendek BI adalah mendorong transmisi berjalan baik melalui penguatan operasi moneter termasuk menjaga agar term structure-nya konsisten," cetusnya(Fit)