Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
BPS Siap Rilis Data Ekonomi Maret 2016
BPS

BPS Siap Rilis Data Ekonomi Maret 2016

Admin - Jumat, 01 April 2016 07:56 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis data-data perekonomian sepanjang Maret 2016, salah satunya adalah indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi Indeks Harga Konsumen pada Maret 2016 mendatang akan berada pada kisaran 0,28 persen. Prediksi tersebut berdasarkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh BI hingga Minggu ketiga Maret.

Perkiraan sumber inflasi pada Maret tersebut masih berasal dari pergerakan beberapa harga bahan pokok. Seperti bawang merah, cabe merah dan cabe kriting.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. Menurut Darmin, inflasi akan terjadi sepanjang Maret 2016. Namun, perkiraan inflasi ini tidak akan sebesar inflasi pada Januari 2016. Seperti dilansir dari laman okezone.com

Darmin mengungkapkan, inflasi ini terjadi mengingat masih tingginya beberapa harga kebutuhan pokok di beberapa daerah. Meskipun tidak terjadi pada seluruh daerah di Indonesia, hal ini turut memberikan andil terhadap inflasi pada Maret 2016.

"(Kenaikan harga) sudah tidak terlalu (tinggi), tapi ada sedikit, tapi itu tidak nasional sifatnya. Meskinya (inflasi) tidak (besar)," kata Darmin saat ditemui di kantornya.

Untuk diketahui, pada bulan Januari 2016 BPS mencatat terjadi inflasi sebesar 0,51 persen. Adapun inflasi pada tahun kalender terjadi yakni 0,51 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 4,14 persen, dan komponen inti 0,29 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti yoy 3,62 persen. Inflasi ini disebabkan oleh karena kenaikan harga makanan pasca liburan natal dan baru.

Sedangkan pada bulan Februari, BPS mencatat terjadi deflasi sebesar 0,09 persen. Inflasi pada tahun kalender terjadi sebesar 0,42 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 4,42 persen, dan komponen inti 0,31 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti yoy 3,59 persen.

Deflasi ini disebabkan oleh penurunan tarif listrik yang menyebabkan turunnya harga perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,45 persen. Selain itu, harga bahan makanan juga mengalami penurunan sebesar 0,58 persen.

Kini, naiknya harga bahan komoditas seperti cabai merah dan bawang diprediksi akan menyebabkan terjadinya inflasi. Berdasarkan prediksi BI, maka inflasi pada Maret 2016 akan lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 0,17 persen.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Perluas Akses Kepemilikan Rumah, BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data

Ekonomi

Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Pengadaan Barang/Jasa Harus Profesional, Transparan, dan Akuntabel

Ekonomi

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Ekonomi

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Ekonomi

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Ekonomi

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari