Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
BBM Turun, Kalangan Industri Bisa Lebih Hemat
Harga BBM

BBM Turun, Kalangan Industri Bisa Lebih Hemat

Admin - Senin, 04 April 2016 11:34 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) belum dimanfaatkan sepenuhnya pada kebijakan di sektor industri. Padahal, kalangan industri bisa lebih berhemat dengan momentum penurunan harga BBM.

”Sebab, harga BBM yang murah seharusnya ekspor bisa meningkat. Tapi, mempermudah ekspor caranya bagaimana, itu belumdilihat pada sektorindustri,” ucap pengamat ekonomi Didik J Rachbini seusai diskusi bertajuk Waspadai Deindustrialisasi di Jakarta kemarin. Didik mengatakan, penurunan harga BBM belum signifikan sebab tak mengacu pada penurunan harga minyak dunia.

Harga minyak dunia saat ini sudah berada pada level USD30 liter per barel dari sebelumnya yang mencapai USD100 liter per barel. ”Kita semua sudah tahu harga minyak dunia itu berada di kisaran USD30 dari sebelumnya USD100. Jadi kalau mau hitung-hitungan, ya belum signifikan,” katanya. Di tempat yang sama Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui penurunan harga BBM belum memberikan pengaruh yang besar pada sektor industri.

Dia beralasan, sektor industri terutama industri manufaktur hanya berdampak 3,5 persen berdasarkan struktur biaya memanfaatkan BBM. ”Itu artinya belum berpengaruh banyak. Itu kalau kita berbicara industri manufaktur secara nasional ya. Kalau diurut, tenaga kerja masih paling besar memberikan pengaruh biaya yakni 13 persen kemudian ada bahan baku juga besar, tapi persentasenya kecil itu pada listrik 2,48 persen dan BBM 3,5 persen,” sebut dia. Menurut Saleh, pihaknya akan berfokus pada ketersediaan bahan baku.

Dari semua variabel biaya industri, pembelian bahan baku memberikan porsi terbesar. Karena itu, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada investor dalam negeri maupun asing agar bisa membangun industri bahan baku di dalam negeri. Industri tersebut diharapkan bisa mengurangi impor bahan baku pada industri manufaktur. Seperti dilansir dari laman okezone.com

”Manufaktur utamanya ketersediaan bahan baku itu tidak mesti bahan baku dalam negeri, tapi juga dari luar. Bicara industri kan tidakmemedulikan itu. Tapi, kadang jika kita mau ambil bahan baku dari luar, dibilangnya tidak nasionalis dan lain-lain. Bahan baku itu untuk kebutuhan manufaktur itu penting untuk menopang industri yang lebih besar,” tuturnya. Dia mencontohkan, industri farmasi yang ternyata masih membutuhkan impor minyak dan batu bara. Padahal, batu bara dan minyak melimpah di dalam negeri.

”Yang kita belum punya cuma teknologinya. Makanya, kita buka investor asing masuk karena mereka punya modal besar dan teknologi. Ini lebih baik dibanding jika kita mengimpor,” katanya. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, parameter utama penetapan harga BBM adalah harga keekonomian premium dan solar selama tiga bulan ke depan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu juga mempertimbangkan biaya penyimpanan, distribusi BBM, pajak pertambahan nilai, dan margin SPBU.

”Pemerintah berharap penurunan harga BBM dapat diikuti dengan penurunan biaya transportasi dan harga barang, kebutuhan pokok,” kata dia di Jakarta kemarin. Pemerintah, lanjutnya telah memutuskan harga BBM jenis premium dan solar turun per 1 April 2016. Di luar Jawa- Bali penurunan BBM sebesar Rp500 per liter atau menjadi Rp6.450 dan solar subsidi Rp5.150 per liter. Sementara harga minyak tanah sebesar Rp2.500 per liter.

Di luar penugasan atau di Jawa-Bali premium dijual Rp6.550. ”Harga BBM di Indonesia adalah nomor 16, termurah dari 173 negara di dunia, sedangkan di wilayah ASEAN, harga BBM di Indonesia adalah nomor 3 yang termurah dari 10 negara anggota ASEAN,” papar dia.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Menaker: Program Magang Buka Peluang Kerja bagi Lulusan Baru