Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak mixed cenderung menguat. Rupiah nampaknya masih tertolong pelemahan yang terjadi pada dolar Paman Sam.Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, pergerakan laju Rupiah mulai berbalik melemah. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi kali ini dibarengi dengan masih melemahnya laju dolar AS."Begitu pun dengan laju harga komoditas, terutama harga minyak mentah yang juga masih mengalami pelemahan. Pergerakan anomali ini pun terjadi setelah pelaku pasar lebih merespons positif kenaikan Yen yang masih terjadi hingga kini sehingga lebih memilih mentransaksikan Yen dibandingkan mata uang lainnya," jelas Reza dalam risetnya, Rabu (6/4/2016). Seperti dilansir dari laman okezone.comMenurut Reza, seharusnya Rupiah mampu menguat setelah imbas positif dari kenaikan nilai tukar Yen. Nyatanya Rupiah justru melemah karena kehilangan daya tarik bagi investor yang lebih memilih menjual Rupiah dan membeli Yen."Apalagi laju penguatan Rupiah telah terjadi dalam beberapa hari terakhir sehingga juga akan dimanfaatkan dan dibarengi dengan aksi lepas barang," katanya.Pagi ini, yahoofinance mencatat Rupiah menguat 42 poin atau 0,32 persen ke Rp13.215 per USD. Rupiah bergerak dengan angka tertinggi di Rp13.258 per USD, dan angka terendahnya di Rp13.215 per USD.Sementara Bloomberg Dollar Index, dalam perdagangan di Spot Exchange Rate di Asia, melemah tipis 0,5 poin ke Rp13.222 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.195-Rp13.236 per USD pagi ini.(Fit)