Matatelinga.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Februari 2016 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD497 juta. Ekspor Indonesia tercatat mencapai USD11,79 miliar dan impor tercatat sebesar USD11,3 miliar. Dilansir dari laman okezone.comMengutip pernyataan Kepala BPS Suryamin, Jumat (15/4/2016), terdapat beberapa peningkatan ekspor yang menyebabkan meningkatnya nilai neraca perdagangan Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:1. MinumanKenaikan (month to month): >51 persen2. Pakaian JadiKenaikan: 12,32 persen3. Barang KulitKenaikan: 2,56 persen4. Industri KayuKenaikan: 9,73 persen5. Industri kertasKenaikan: 5,31 persen6. Industri Bahan KimiaKenaikan: 19,97 persen7. Industri PercetakanKenaikan: 42,49 persen8. Industri TembakauKenaikan: 12,32 persen9. Industri FarmasiKenaikan: 24,26 persen10. Industri FarmasiKenaikan: 24,26 persen11. Industri KaretKenaikan: 2,3 persen12. Industri Bahan GalianKenaikan: 16,52 persen13. Industri LogamKenaikan: 2,75 persen14. ListrikKenaikan: 6,95 persen15. KomputerKenaikan: 7,4 persen16. Industri MesinKenaikan: 22,17 persen17. Kendaraan BermotorKenaikan: 30,61 persen18. Industri FurniturKenaikan: 5,59 persen19. Barang PeternakanKenaikan: 64,15 persen20. Penangkaran Satwa LiarKenaikan: 51,46 persen21. Penebangan Kayu BakarKenaikan: 232 persen22. Pemungutan Hasil HutanKenaikan: 132,9 persen23. Ikan TangkapKenaikan: 21,19 persen24. Ikan BudidayaKenaikan: 18,02 persen25. Rumput LautKenaikan: 18 persen26. Ikan Hidup BudidayaKenaikan: 24,36 persenSedangkan penurunan ekspor adalah sebagai berikut:1. Industri Bahan MakananPenurunan: 0,94 persen2. Barang LogamPenurunan: 34,7 persen3. Alat AngkutanPenurunan: 8,41 persen4. Industri PengolahanPenurunan: 19,96 persen5. Tanaman TahunanPenurunan: 7,19 persen6. Tanaman HiasPenurunan: 18,5 persen(Fit)