Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pengalihan Persero ke Pertamina Akan Dialihkan Dalam Peraturan Pemerintah
Pertamina

Pengalihan Persero ke Pertamina Akan Dialihkan Dalam Peraturan Pemerintah

Admin - Rabu, 27 April 2016 09:58 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan skema penggabungan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) ke PT Pertamina (Persero) dalam payung holding BUMN energi akan diatur dalam peraturan pemerintah.

Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, untuk mempercepat proses pembentukan holding energi, langkah pertama adalah akan mengalihkan saham pemerintah yang berada di PGN kepada Pertamina.

"Kajian tinggal prosesnya, saya kira tidak akan memakan waktu yang lama.Jadi saham negara di PGN diberikan ke Pertamina," ujar Edwin, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Menurut Edwin, penggabungan PGN ke Pertamina masih harus menunggu pembahasan penbentukan holding BUMN selesai. Kementerian BUMN menargetkan pembahasan tersebut bisa selesai dalam dua bulan ke depan.

Pemerintah saat ini menguasai 56,96 persen saham PGN. Sisanya, 43,04 persen saham dikuasai publik Setelah saham PGN yang dikuasai pemerintah diberikan ke Pertamina, DPR meminta sisa saham yang dikuasai publik dibeli kembali (buyback). Dengan begitu, Pertamina akan menguasai penuh PGN.

Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi VII DPR Hari Purnomo mengatakan, salah satu cara mensinergi pembangunan infrastruktur gas adalah dengan membentuk holding BUMN energi yang menggabungkan PGN dengan Pertamina.

"Jadi, digabung berada dalam satu holding. Ke depan bisa saja saham swasta di PGN di buy back," katanya. Dilansir dari laman okezone.com

PGN pada 2016-2019 berencana menambah jaringan pipa gas baik transmisi maupun distribusinya sepanjang lebih dari 1.680 Km. Infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun sepanjang lebih dari 1.680 km tersebut di antaranya adalah proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, pipa Distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya.Dengan tambahan pipa gas sepanjang lebih dari 1.680 km tersebut, akan membuat jumlah pipa gas bumi PGN yang saat ini sebanyak 6.986 km, pada 2019 nanti menjadi lebih dari 8.660 km. Jumlah ini akan meningkatkan kemampuan penyaluran gas PGN mencapai 1.902 MMSCFD.

Sementara itu, Pertamina hingga kini tercatat sebagai satu-satunya perusahaan energi di Indonesia yang menguasai mata rantai bisnis gas secara terintegrasi. Bisnis gas yang dijalankan Pertamina saat ini tak lepas dari kontribusi empat anak usaha di sektor eksplorasi dan produksi, yaitu PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina EP Cepu, dan PT Pertamina Internasional EP (PIEP). Dari tiga anak usaha di dalam negeri saja, Pertamina memproduksi gas sebanyak 1,63 miliar kaki kubik per hari.Gas yang diproduksi anak usaha Pertamina, sebagian langsung disalurkan melalui pipa oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha Pertamina di sektor distribusi dan transmisi gas, ke konsumen. Jaringan pipa transmisi open acces Pertamina saat ini mencapai 2.200 kilometer.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Dua Kapal Milik Pertamina Saat ini Belum Dapat Melewati Selat Hormuz

Ekonomi

Iran Berikan Lampu Hijau Kapal RI Lintasi Selat Hormuz, Kemlu Jaga Koordinasi

Ekonomi

PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Pengeboran di Momen Ramadan, Pertamina EP Pangkalan Susu Gelar Syukuran bersama Anak Yatim

Ekonomi

Ini Harga Bahan Bakar Minyak, Meski Terjadi Perang di Timur Tengah