Matatelinga.com, Sebanyak 52.500 petugas mulai 1-31 Mei akan diterjunkan melakukan Sensus Ekonomi 2016 di Jawa Timur (Jatim).Pelaku usaha yang didatangi akan mendapatkan 22 pertanyaan dasar. Pertanyaan yang diajukan antara lain, nama, alamat, status badan usaha, jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, nilai input, dan output perusahaan. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf seusai mengikuti apel persiapan sensus yang digelar di halaman Gedung Negara Grahadi kemarin meminta kepada pelaku usaha melaporkan data dengan jujur.Karena data yang dihasilkan dari sensusiniakandijadikanmodal bagi pemerintah merumuskan peraturan dan kebijakan publik demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Sektor perekonomian Jatim, kecuali pertanian, akan disensus, baik perusahaan besar maupun sektor usaha kecil. Dari hasil sensus tersebut, juga akandidapatkandatayangakurat terkait tenaga kerja di sektor formal maupun informal,” katanya. Namun kendalanya, lanjut Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, dikhawatirkan pengusaha tidak melaporkan data dengan jujur karena mereka takut dikenai pajak besar.Karena itu, dalam sensus nanti dia minta pengusaha tidak perlu khawatir dan melaporkan data yang benar. Pasalnya, data mereka dijamin kerahasiaannya oleh undang- undang (UU) dan tidak akan dibuka untuk umum. “Peran petugas sensus sangat vital bagi kesuksesan pembangunan ke depan. Ingat, kesalahan pendataan akan menyebabkan kesalahan pengambilan kesimpulan,” ujarnya.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Tegus Pramono mengatakan, sekecil apa pun usahanya, misalnya jualan pisang goreng tetap akan didata. Dalam bahasa statistik, usaha itu adalah setiap kegiatan yang berpotensi untung dan rugi. Sedangkan yang tidak memiliki usaha tetap akan didata untuk melengkapi sensus. “Hasil sensus kali ini merupakan tahap awal dan tahun depan sensus akan dilanjutkan lebih rinci dan fokus pada para pemilik usaha,” katanya.Dia menjelaskan, tidak semua wilayah Jatim akan disensusdenganmerata, hanya menggunakan contoh atau sampel dari beberapa titik wilayah. Dari 52.500 petugas sensus, sekitar 7.500 petugas akan disebar di Surabaya. Banyaknya petugas yang dilibatkan karena kota berpenduduk 2,9 juta jiwa ini memiliki potensi ekonomi tinggi. Sensus ekonomi akan memperkuat data yang lengkap dan valid tentang perekonomian, populasi usaha, dan mengetahui kekuatan dunia usaha di Indonesia serta semua provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.“Jumlah petugas yang diterjunkan di Surabaya merupakan yang terbanyak dibanding dengan kota lain,” katanya. Dia menjelaskan, saat pelaksanaan sensus, petugas akan mendata seluruh kegiatan usaha mulai dari usaha berskala mikro, kecil, menengah, sampai dengan berskala besar. Undang- Undang Nomor 16/1997 tentang Statistik, memberi amanah bahwa Indonesia harus melaksanakan sensus ekonomi oleh BPS setiap sepuluh tahun sekali pada setiap tahun yang berakhiran enam. Seperti dilansir dari laman okezone.comTujuannya memperkuat data dan validasi perekonomian, populasi usaha, mengetahui kekuatan dunia usaha Indonesia, serta kekuatan ekonomi semua provinsi dan kabupaten/kota. “Jadi, dalam sensus nanti, petugas akan mendatangi satu per satu ke rumah orang dan melakukan wawancara langsung,” katanya. Terpisah, di Sidoarjo ada 3.445 petugas sensus siap disebar ke seluruh desa. Mereka diharapkan berlaku sopan saat menggali data di lapangan. Petugas sensus ini dilepas oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di Alunalun Sidoarjo kemarin.“Petugas sensus harus berlaku sopan. Jangan sampai ada kesan arogan,” katanya. Saiful Ilah mengatakan, pelaksanaan sensus ekonomi memiliki arti sangat penting bagi pembangunan. Pasalnya, sensus itu merupakan fondasi bagi pengukuran kegiatan usaha yang ada di Indonesia, termasuk di Sidoarjo. Sensus ini nanti akan menghasilkan catatan dasar atas seluruh kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi pemerintah.Dari sensus ini pula bakal diketahui pertumbuhan ekonomi. “Mudah-mudahan sensus ekonomi 2016 ini dapat membantu pembangunan Kabupaten Sidoarjo,” kata Saiful Ilah.(Fit)