Matatelinga.com, Harga bawang merah saat ini masih menjadi ancaman bagi pemerintah untuk dapat mengendalikan inflasi. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, harga bawang merah pada bulan ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 36 persen dibandingkan tahun lalu."Dibandingkan year on year, harga bawang bulan ini sudah naik 36 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala BPS Suryamin di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/5/2016). Seperti dilansir dari laman okezone.comUntuk itu, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk menurunkan harga bawang. Dikhawatirkan, harga bawang merah nantinya akan melonjak meskipun Kementerian Pertanian mengklaim bahwa bawang merah telah mengalami surplus.Namun, Suryamin mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. Pasalnya, hingga saat ini harga bawang masing berada dalam kendali pemerintah."Masih (terkendali) ya, enggak ada masalah," tukasnya.Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan bahwa harga bawang merah saat ini masih melambung tinggi. Harga bawang saat ini berada pada level Rp41 ribu atau jauh dari target pemerintah sebesar Rp25 ribu. Untuk itu, pemerintah akan bersinergi agar harga bawang merah dapat dikendalikan menjelang bulan Ramadan."Jadi kita melihat bagaimana bawang merah itu Rp 41 ribu (per kg), padahal targetnya itu Rp25 ribu," ungkap Rini."Hal-hal apa detil yang harus kita lakukan, ya kita lakukan gitu," tutup Rini.(Fit)