Matatelinga.com, Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Pagi ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh Rp13.693 per USD.Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan Rupiah terjadi karena adanya pernyataan pejabat Bank Sentral AS The Fed terkait dengan kenaikan suku bunga."Kondisi nilai tukar yang relatif lebh lemah itu sepenuhnya karena statement yang kuat dari pejabat di Fed yang meyakini di Juni dan Juli akan dinaikan Fed Fund Rate (FFR) statement hawkish dan cenderung menaikan bunga itu berdampak ke stabilitas keuangan dunia karena banyak yang kemudian meresponnya," kata Agus di Gedung BI, Rabu (25/5/2016).Di sisi lain, kondisi ini juga dipengaruhi oleh Inggris yang cenderung membatalkan rencananya keluar dari Uni Eropa. Agus bilang, berita ini membuat masyarakat bereaksi dan berdampak pada nilai tukar. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Kita juga mengikuti harga minyak. Dalam pertemuan negara penghasil minyak. Iran mengambil posisi tidak mau mengurangi jumlah produksi dan juga berpengaruh. Kondisi ini berdampak ke negara dunia termasuk ke Indonesia," tambahnya.Tingginya permintaan korporasi terhadap valuta asing (valas) pada kuartal II juga disebut sebagai salah satu penyebab jatuhnya nilai tukar rupiah. Kendati demikian, Agus menyakini BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga nilai tukar."Indonesia sendiri punya pengamanan di kuartal II cukup banyak korporasi yang memerlukan valas untuk melakukan pembayaran dividen ke luar negeri ataupun kewajiban lain. Jadi secara umum itu adalah bersifat sementara dan BI akan terus ada di pasar untuk terus menjaga," tukas dia.(Fit)